Jakarta, 18 April 2024 - PT Bank Jago Tbk memperkenalkan budaya kerja dan nilai-nilai perusahaan, sebagai bank berbasis teknologi yang tertanam dalam ekosistem digital, pada kuliah umum yang diikuti oleh ratusan mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya. Acara yang mengangkat tema “The Future trends of HR: Transform your Workforce” menghadirkan Head of People and Culture PT Bank Jago, Tbk, Pratomo Soedarsono sebagai dosen tamu.
Pada mata kuliah Human Resources Management atau HRM, Pratomo atau yang biasa dipanggil Tommy membekali mahasiswa dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman dasar tentang model bisnis, peluang, tantangan, serta keterampilan tentang pengelolaan sumber daya manusia.
“Salah satu tantangan utama industri perbankan digital saat ini adalah langkanya talenta digital dan kemampuan bank mengadopsi teknologi yang berkembang pesat serta kematangan digital masyarakat yang perlu ditingkatkan,” tutur Tommy dalam kuliah umum Universitas Prasetiya Mulya.
Menurut Tommy, agar perbankan dapat sepenuhnya terdigitalisasi maka sistem perbankan maupun sumber daya manusianya memerlukan perubahan pola pikir dan budaya, yang didukung oleh kemampuan digital yang mumpuni. Masalahnya, terdapat keterbatasan sumber daya manusia yang berkualitas di bidang teknologi digital serta ketidaksesuaian keterampilan antara yang tersedia dengan yang dibutuhkan (supply and demand) terhadap talenta digital di Indonesia.
Untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, Bank Jago sebagai bank berbasis teknologi melakukan berbagai inovasi dan kolaborasi untuk meningkatkan literasi digital keuangan sekaligus menghasilkan bibit-bibit unggul di bidang digital yang siap kerja. Antara lain dengan meluncurkan program pembelajaran mandiri berbasis digital Jago Digital Academy, yang bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.
Jago Digital Academy (JDA) dirancang sebagai wadah kolaboratif bagi para talenta di bidang teknologi dalam mengakselerasi pengetahuan dan kompetensi digitalnya secara mandiri. Melalui program ini diharapkan muncul talenta-talenta unggul di bidang teknologi dan perbankan digital yang siap terjun di dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Dibantu dengan AI, saat ini JDA telah mengembangkan program pembelajaran mandiri untuk 50 bidang studi, yang terbagi ke dalam lebih dari 200 modul pembelajaran dan berfokus pada tiga tiga jalur kemampuan teknis: Product Management, Engineering, dan Data Science. Saat ini sudah skeitar 1400 peserta JDA,” jelas Tommy.
Di hadapan 450 mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya, Tommy mengatakan setiap talenta digital harus memiliki memperkenalkan tujuan dan nilai-nilai positif yang idealnya dimiliki oleh setiap talenta digital, khususnya jika ingin menjadi karyawan Bank Jago.
“Yakni, selalu berupaya mencari solusi digital yang dapat melayani segala kebutuhan hidup manusia (life-centricity), semangat untuk bertumbuh dan memperbaiki diri (purposeful growth), berani untuk menantang normativitas dan menciptakan solusi-solusi yang kreatif (fearless creativity), dan cepat beradaptasi dengan perubahan serta tepat dalam mengambil keputusan (empowered agility),” paparnya.
Leonis Marchalina, Asisten Profesor Universitas Prasetiya Mulya menilai, nilai-nilai dan budaya kerja yang diterapkan Bank Jago sangat penting untuk dipahami oleh para talenta digital, khususnya mahasiswa yang akan terjun di dunia kerja atau yang ingin mengembangkan bisnis rintisan (start up).
“Saya melihat Bank Jago sangat kuat value dan culture-nya sebagai organisasi yang agile. Kalau kita tidak siap dengan segala perubahan maka kita tidak akan siap berkompetisi,” pungkas Leonis.