Jakarta, 25 Februari 2026 - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengundang PT Bank Jago Tbk untuk berbagi wawasan dalam talkshow bertema “Financial Upgrade: Investasi Bijak untuk Mengelola Rezeki”. Acara yang berlangsung secara daring ini diikuti oleh puluhan karyawan KSEI dan menghadirkan narasumber I Nyoman Suri Sukmawati, Head of Wealth Management Bank Jago.
Dalam kesempatan tersebut, Bank Jago memperkenalkan perannya sebagai bank berbasis teknologi yang terintegrasi dalam ekosistem digital Indonesia. Melalui pendekatan life-centric finance solution, Bank Jago berkomitmen membantu masyarakat membangun kebiasaan finansial yang sehat melalui solusi digital yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Nyoman menegaskan bahwa investasi yang baik tidak dimulai dari memilih instrumen investasi, melainkan dari kemampuan mengelola keuangan. Sebelum membahas potensi imbal hasil, setiap orang perlu memastikan fondasi keuangannya kuat, seperti memiliki dana darurat, arus kas yang sehat, pengeluaran yang terkontrol, dan alokasi investasi yang konsisten.
Salah satu topik yang dibahas adalah pentingnya mengelola Tunjangan Hari Raya (THR) secara bijak. Menurut Nyoman, THR sebaiknya tidak hanya digunakan untuk konsumsi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai kesempatan memperkuat kondisi keuangan melalui alokasi untuk kebutuhan, berbagi, dana darurat, dan investasi.
Diskusi juga menyoroti bahwa tantangan terbesar dalam investasi sering kali berasal dari perilaku keuangan, bukan dari pasar itu sendiri. Penggunaan dana investasi untuk kebutuhan impulsif, ketidakkonsistenan menabung, hingga kepanikan saat pasar berfluktuasi menjadi beberapa faktor yang dapat menghambat pencapaian tujuan investasi.
Untuk membantu masyarakat membangun disiplin keuangan, Bank Jago menghadirkan fitur Kantong yang memungkinkan pengguna memisahkan uang berdasarkan tujuan finansial. Dengan hingga 60 Kantong yang dapat dipersonalisasi, pengguna dapat mengelola dana investasi, kebutuhan rutin, maupun target jangka panjang secara lebih terstruktur.
Selain itu, Bank Jago menjelaskan kemudahan berinvestasi melalui integrasinya dengan Stockbit dan Bibit. Pengguna dapat membuka RDN secara digital, melakukan top up langsung dari Kantong Jago, menikmati proses penarikan dana instan 24/7, serta bebas biaya administrasi bulanan. Kemudahan ini membantu mengurangi hambatan teknis sehingga kebiasaan investasi dapat dijalankan secara lebih konsisten.
Menutup sesi, Nyoman mengingatkan bahwa investasi bukanlah jalan pintas untuk menjadi kaya. Investasi membutuhkan sistem pengelolaan keuangan yang baik, disiplin, dan waktu. Dengan memulai dari pengaturan keuangan yang sehat serta berinvestasi berdasarkan tujuan, masyarakat dapat membangun masa depan finansial yang lebih aman dan berkelanjutan.