Menyimpan dana darurat itu penting. Kamu perlu menjadikannya salah satu tujuan keuangan utama. Tapi di mana kamu bisa menemukan uang untuk disimpan sebagai dana darurat?
Cara Menyimpan Dana Darurat
1. Bikin budget buat dana darurat
Cara pertama yang bisa kamu lakukan untuk dapat mulai menyimpan dana darurat adalah dengan membuat budget dana darurat. Tentu, untuk tahu berapa banyak uang yang bisa kamu sisihkan untuk ditabung sebagai dana darurat, kamu perlu membuat budget untuk semua kebutuhan.
Dengan punya budget, pengeluaran jadi lebih terencana dan kamu nggak sembarangan lagi memakai uang. Lalu kamu bisa melakukan prioritas finansial. Misalnya, pengeluaran yang bukan utama seperti hiburan dan self-reward dapat dikurangi budget-nya, sehingga kamu punya uang untuk disimpan sebagai dana darurat. Kamu juga bisa menghemat tagihan listrik, tagihan air, dsb. Selama mengikuti budget yang sudah dibuat, kamu bisa menabung dana darurat.
Apabila selama ini kamu enggan melakukan budgeting karena merasa ribet, kamu akan merasakan perbedaan saat pakai Kantong Jago. Berbagai kebutuhan bisa dipisahkan ke Kantong Nabung atau Kantong Bayar, tergantung tujuannya. Dan, kamu bisa punya banyak Kantong Nabung maupun Kantong Bayar. Semuanya bisa dipantau dalam satu aplikasi tanpa harus mencatat pengeluaran secara manual.
2. Simpan sebagian besar uang dari penghasilan tambahan
Sumber penghasilan tambahan bisa bermacam-macam. Jika bekerja di perusahaan, penghasilan ekstra bisa diperoleh dari THR dan bonus. Kamu juga bisa dapat penghasilan tambahan dari pekerjaan sampingan.
Untuk menyimpan dana darurat lebih cepat, kamu dapat menyimpan sebagian besar uang dari penghasilan tambahan.
Baca juga: Dapat Bonus? 6 Cara Smart Menggunakannya
3. Nabung yang dibuat otomatis
Karena dana darurat sangat penting dan hanya digunakan untuk keperluan yang sifatnya benar-benar darurat, saran dari Jagomin adalah kamu pisahkan supaya nggak tercampur dengan uang untuk kebutuhan lain, apalagi sampai terpakai untuk pengeluaran harian.
Kamu bisa bikin 1 Kantong Nabung tersendiri untuk tabungan dana darurat ini. Mengikuti cara nomor 1, budget buat dana darurat perlu ada terlebih dahulu. Tapi, tabungan baru bisa terisi atau ada uangnya saat kamu mindahin uang ke tabungan. Jadi, kamu perlu melakukan lebih dari sekadar budgeting, Jagoan.
Caranya bisa dengan bikin menabung jadi otomatis. Kalau menyimpan dana darurat di Kantong Nabung, ada fitur Autosave yang bisa kamu aktifkan. Kalau fitur sudah aktif, kamu nggak perlu repot lagi mindahin uang. Uang akan otomatis masuk ke Kantong Nabung.
4. Libatkan anggota keluarga
Satu lagi cara yang bisa kamu coba adalah melibatkan orang-orang tercinta. Cara ini asik banget terutama buat yang sudah berkeluarga. Mengingat dana darurat harus dipersiapkan bukan cuma buat diri sendiri tapi seluruh anggota keluarga, maka kamu perlu punya dana darurat dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan jika kamu belum berkeluarga.
Untuk itu, kamu bisa ajak semua anggota keluarga, termasuk anak-anak untuk menabung dana darurat. Cara ini bisa juga kamu gunakan untuk mengedukasi anak mengenai pentingnya menabung. Jadi, anak bisa mulai menyisihkan sebagian uang jajan untuk ditabung.
Untuk menabung dana darurat bareng keluarga, kamu bisa manfaatin Kantong Bersama yang juga ada di aplikasi Jago. Kantong Bersama ini fungsinya sama dengan Kantong Nabung, hanya saja dapat dikelola bareng-bareng.
Bagi pasangan dan anak yang sudah punya KTP, mereka bisa kamu undang untuk menjadi anggota Kantong. Untuk anak yang belum punya KTP, kamu bisa semangati mereka untuk menabung di celengan. Setiap akhir bulan, semua anggota keluarga berkumpul dan menghitung jumlah yang berhasil ditabung.
Saatnya bersama kita jago mempersiapkan dana darurat dengan mengaplikasikan cara-cara di atas. Aplikasi Jago bisa diunduh di sini bagi yang belum punya.