Jagoan, kamu tahu nggak kalau 7 dari 10 orang di Indonesia masih merasa kesulitan untuk menyisihkan budget agar dapat membayar kredit/utang secara tepat waktu*?
Menghindari utang bukan hanya tentang manajemen krisis, tetapi tentang membangun fondasi yang kuat untuk mencapai gaya hidup bebas utang (debt-free living). Konsep "hidup tanpa utang" adalah kondisi finansial di mana kamu nggak memiliki kewajiban pinjaman yang membebani pendapatan bulanan.
Apa Arti Sebenarnya dari Bebas Utang?
Secara praktis, bebas utang berarti:
-
Kebebasan Alokasi Dana: Seluruh pendapatan bulanan dapat dialokasikan untuk tabungan, investasi, dan kebutuhan, tanpa harus membayar bunga dan pokok pinjaman.
-
Stabilitas Emosional: Hilangnya beban psikologis akibat tagihan jatuh tempo dan ancaman gagal bayar.
-
Akselerasi Kekayaan: Dana yang tadinya dipakai untuk membayar utang kini dapat diinvestasikan, mempercepat pertumbuhan kekayaan (misalnya, menabung untuk dana pensiun atau memulai bisnis).
Ada 4 cara ampuh yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari supaya utang jauh-jauh saja dari kamu.
4 Cara Ampuh Menghindari Utang Atau Agar Tidak Berutang
1. Bikin budget bulanan
Segalanya akan menjadi lebih mudah saat ada budget. Kamu jadi bisa tahu uang dipakai untuk keperluan apa saja dan kamu dapat mengendalikan pengeluaran. Kamu bisa melakukannya di awal bulan.
Pastikan kamu menentukan budget untuk semua keperluan prioritas terlebih dahulu, seperti tagihan bulanan, pembayaran cicilan (jika ada) dan belanja kebutuhan sehari-hari, makan, dsb. Setelah itu, kamu juga perlu menyisihkan uang untuk ditabung.
Lalu, kamu bisa bikin budget untuk kebutuhan non-prioritas. Supaya terhindar dari utang, kamu harus disiplin dengan selalu mengikuti budget yang sudah ditentukan.
Untuk memisahkan berbagai kebutuhan dan mempermudah budgeting untuk masing-masing kebutuhan, kamu bisa menggunakan fitur Kantong di dalam aplikasi Jago. Satu Kantong bisa untuk satu kebutuhan. Dan, setiap Kantong bisa kamu alokasikan dana secara otomatis atau manual. Pilih sendiri cara budgeting yang kamu suka sesuai maumu.

2. Cari cara menahan diri dari godaan belanja konsumtif
Peraturan yang sudah dibuat belum tentu dipatuhi 100%. Memang ini bukan hal yang baik untuk dilakukan, tapi sering terjadi. Mencari cara untuk nggak mengikuti godaan menghabiskan uang jadi strategi berikutnya bagi kamu yang masih merasa sulit mengikuti budget yang sudah ditentukan sebelumnya.
Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan. Misalnya, kamu bisa mengunci uang di Kantong Terkunci yang ada di aplikasi Jago. Uang nggak akan bisa kamu pakai hingga periode penguncian berakhir.

Mengunci uang di Kantong Terkunci nggak akan membuatmu menderita kok. Malah, kamu akan merasa senang karena Kantong Terkunci memberikan bunga kompetitif.
Cara lain adalah dengan menutup saldomu sendiri. Saat nggak tahu berapa jumlah saldo yang kamu miliki, kamu jadi nggak akan tergoda deh buat belanja. Aplikasi Jago memberimu pilihan untuk melakukan ini loh. Yuk, langsung dicoba saja dan rasakan manfaat instannya.
3. Miliki tabungan dana darurat
Keampuhan tabungan dana darurat bisa kamu rasakan saat terjadi peristiwa nggak terduga. Kalau kamu nggak punya tabungan dana darurat sama sekali, kemungkinan besar kamu akan meminjam uang untuk mengatasi keadaan darurat.
Meminjam uang itu berarti kamu berutang. Karena kamu ingin menghindari utang, kamu perlu mempersiapkan dana darurat. Jumlahnya nggak perlu harus langsung besar. Kamu bisa mulai menabung sedikit demi sedikit. Lebih baik menabung secara konsisten daripada menabung hanya sesekali.
Setelah uang dana darurat terkumpul cukup banyak, kamu bisa pindahkan ke Deposito Jago. Kenapa Deposito Jago? Karena deposito akan mengamankan uang dana darurat dari digunakan untuk sesuatu yang bukan darurat. Tapi jika sewaktu-waktu kamu membutuhkannya saat keadaan darurat, kamu bisa mencairkan Deposito Jago kapan saja tanpa penalti.

4. Menggunakan kartu kredit secara bijak
Kartu kredit sebenarnya dapat menjadi alat finansial yang berguna jika digunakan secara bertanggung jawab, menawarkan kemudahan transaksi, dan membangun riwayat kredit yang baik. Namun, penggunaan kartu kredit yang nggak tepat adalah salah satu pintu utama jebakan utang. Kecenderungan untuk merasa mampu membeli segala sesuatu—melebihi kemampuan finansial aktual—sering kali menjadi masalah.
Prinsip utama yang harus dipegang teguh adalah: Jangan pernah membeli barang dengan kartu kredit jika kamu nggak memiliki dana tunai penuh untuk melunasinya saat tagihan datang.
Bagi yang masih rentan terhadap godaan spending berlebihan, menggunakan kartu debit tetap menjadi opsi teraman. Kartu debit memastikan kamu hanya berbelanja sesuai dengan saldo yang tersedia di rekening, sehingga secara otomatis membatasi potensi utang konsumtif. Jika memilih menggunakan kartu kredit, pastikan kamu memiliki kedisiplinan finansial untuk selalu membayar penuh dan tepat waktu.
Agar pengeluaran dapat lebih terkendali, kamu bisa memanfaatkan pengaturan limit transaksi yang tersedia untuk Kartu Debit Jago berlogo Visa. Belanja pun tenang.

Menuju Gaya Hidup Bebas Utang
Pada akhirnya, tujuan dari segala upaya manajemen dan pengendalian pengeluaran adalah mencapai gaya hidup tanpa utang—kondisi di mana kamu benar-benar hidup bebas utang. Status finansial ini melampaui sekadar menghindari pinjaman baru; ini adalah fondasi untuk membangun kekayaan dan keamanan jangka panjang.
Ketika kamu mencapai titik ini, seluruh penghasilan bulanan dapat dialokasikan sepenuhnya untuk tabungan, investasi masa depan, dan kebutuhan yang telah direncanakan, tanpa ada potongan wajib untuk bunga dan pokok pinjaman. Dengan demikian, bebas utang bukan hanya tentang ketenangan pikiran, tetapi juga tentang kebebasan sejati untuk mengendalikan takdir finansial kamu sendiri. Jadikan tujuan akhir ini sebagai motivasi terbesar kamu dalam disiplin keuangan sehari-hari.
Gimana Jagoan, sudah siap menghindari utang? Jangan lupa untuk mengunduh aplikasi Jago biar kamu makin jago mengatur keuangan sehingga nggak perlu berutang. Jika sudah punya aplikasi Jago, tinggal manfaatkan aja fitur-fitur di atas.
*Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Populix, perusahaan platform market research, pada tanggal 23 Agustus - 1 September 2021 sebanyak 934 responden di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya & Medan