Ada banyak faktor penyebab kamu dan pasangan setelah menikah tinggal serumah dengan mertua. Apapun alasannya, tinggal bersama mertua bisa jadi kesempatan bagus untuk lebih saling mengenal. Tapi, pastikan kamu juga bersiap-siap untuk beberapa pengeluaran besar.
Pengeluaran Besar yang Mungkin Timbul Ketika Tinggal Dengan Mertua Setelah Menikah
Bertambahnya jumlah kepala keluarga di satu atap secara otomatis meningkatkan konsumsi dan memunculkan tanggung jawab baru. Pengeluaran ini sering terabaikan karena faktor "rasa nggak enak" atau kurangnya perencanaan awal.
1. Pengeluaran yang hanya muncul sekali tapi membutuhkan biaya besar
Kamu yang pindah untuk tinggal bersama mertua atau mertua yang pindah untuk tinggal bersamamu? Yang manapun situasinya, ada biaya pindahan yang harus dibayar.
Pengeluaran lain yang hanya muncul sekali yaitu biaya merombak rumah, terutama jika mertua yang pindah ke rumahmu. Namun, ini tergantung pada kesehatan mertua. Perombakan mungkin diperlukan agar mertua dapat tinggal dengan nyaman.
Misalnya, semua kamar tidur hanya ada di lantai 2, sementara mertua sudah sulit jalan atau naik tangga karena kakinya sakit. Ketika mertua pindah ke rumahmu, maka harus ada kamar tidur di lantai dasar.
2. Kenaikan tagihan utilitas bulanan
Semakin banyak orang yang hidup di dalam 1 rumah, maka semakin besar pula biaya tagihan yang harus dibayar. Namun, ini tergantung apakah mertua akan membayar sendiri tagihannya atau nggak.
Mungkin juga ada rasa nggak enak darimu sebagai menantu jika minta mertua untuk membayar tagihan. Oleh karena itu, persiapkanlah budget lebih besar untuk pembayaran tagihan bulanan seperti listrik dan air.
Dengan bertambahnya anggota keluarga, penggunaan listrik, air, dan internet akan meningkat drastis.
-
Listrik dan Air: Penggunaan AC, mesin cuci, dan mandi/masak yang lebih sering.
-
Internet: Jika mertua memerlukan koneksi yang stabil untuk aktivitas mereka, mungkin perlu peningkatan paket.
3. Biaya kebutuhan sehari-hari yang juga menjadi lebih besar (pembengkakan budget kebutuhan harian dan makanan)
Pengeluaran ini adalah yang paling sering membengkak dan membutuhkan penyesuaian mingguan. Biaya untuk kebutuhan sehari-hari mungkin bisa dibicarkan terlebih dahulu dengan pasangan dan mertua, apakah kamu dan pasangan yang menanggung semuanya atau mertua akan menanggung sendiri, sama seperti saat mereka belum tinggal serumah denganmu.
Tapi jika kamu dan pasangan yang menanggungnya, bersiaplah menambah budget untuk makan sehari-hari, kebutuhan rumah tangga seperti sabun dan tisu toilet. Begitu pula ketika kamu mengajak mertua pergi ke mall, misalnya, dan memutuskan untuk makan di restoran. Yang tadinya kamu keluar uang untuk berdua dengan pasangan atau ditambah anak, sekarang juga harus keluar uang untuk mertua.
Tips Atur Keuangan Ketika Tinggal Serumah Dengan Mertua
Dengan adanya mertua tinggal bersama kamu dan pasangan, maka kamu harus menilik kembali budget yang sudah dibuat. Dari pengeluaran besar di atas, mana saja yang kira-kira cocok buatmu? Kamu bersama pasangan harus merencanakan kembali keuangan. Misalnya, pengeluaran untuk kebutuhan lain bisa dikurangi sehingga kamu bisa pindahkan budget-nya ke pengeluaran baru ini.
Bersama Jago, kamu bisa lebih mudah mengatur ulang budget dan memisahkannya sesuai kebutuhan ke rekening yang berbeda.
1. Banyak kebutuhan, banyak pemisahan budget: bikin Kantong Nabung atau Kantong Bayar
Dengan bertambahnya kebutuhan yang harus dipenuhi, agar lebih mudah mengatur keuangan supaya nggak bercampur, budget bisa dipisahkan.
Di aplikasi Jago, kamu bisa bikin banyak Kantong, yang artinya sama dengan banyak rekening. Bikin Kantong Nabung atau Kantong Bayar sesuai maumu. Nantinya, fungsi Kantong bisa diubah. Kantong Nabung menjadi Kantong Bayar, begitu pula sebaliknya.
Pisahkan budget untuk pengeluaran besar tak disangka ketika tinggal serumah dengan mertua ke Kantong-nya sendiri. Begitu pula untuk semua pengeluaran lain bisa dibuatkan Kantong masing-masing. Mulailah menabung atau menyisihkan uang ke Kantong yang sudah dibuat.
2. Mengatur pengeluaran rumah tangga bareng di Kantong Bersama

Kamu juga bisa loh jika ingin mengajak pasangan mengatur pengeluaran bersama. Mengatur keuangan bersama bisa menjadikan segalanya lebih mudah, selain tentunya memperkuat komunikasi dan transparansi dalam rumah tangga.
Bagaimana kalau ternyata mertua ingin ikut berkontribusi? Ajak mereka bergabung ke Kantong Bersama dengan terlebih dahulu membuat akun Jago yang registrasinya nggak pakai lama.
Siapa saja yang sudah menjadi pengguna Jago bisa kamu ajak bergabung ke Kantong Bersama dan semua anggota yang sudah bergabung bisa melihat riwayat transaksi sehingga transparansi terjaga.
3. Ketahui rincian pengeluaran bulanan melalui fitur Analisis Pengeluaran

Penting untuk memantau pengeluaran bulanan, termasuk pengeluaran rumah tangga. Melalui fitur Analisis Pengeluaran di aplikasi Jago, kamu nggak perlu repot mencatat setiap pengeluaran.
Selesaikan transaksi secara online atau lakukan pembayaran pakai kartu debit Jago dan QRIS Jago dengan sumber dana yang berasal dari Kantong Jago. Dengan begini, semua transaksi tercatat otomatis dan bisa dikategorikan sesuai maumu. Selanjutnya, kamu tinggal masuk ke fitur Analisis Pengeluaran dan melihat rinciannya.
Tinggal serumah dengan mertua, pada awalnya, mungkin kamu belum terbiasa dengan pengeluaran yang bertambah dan mengatur finansialnya. Namun, mengelola keuangan pakai Jago sesuai maumu dapat membuat segalanya menjadi lebih mudah.
Contoh Alokasi Pemisahan Budget Menggunakan Kantong Jago
Untuk mencapai transparansi dan memisahkan pengeluaran pribadi dengan pengeluaran keluarga besar, pasangan dapat membagi anggaran bulanan ke dalam Kantong-Kantong berikut:
| Nama Kantong | Jenis Pengeluaran | Sumber Dana/Kontribusi |
| Kantong Bersama: Biaya Rumah Tangga | Pengeluaran tetap yang ditanggung bersama: Listrik, Air, Internet, Iuran RT. | Patungan suami, istri, dan mertua (jika ikut berkontribusi). |
| Kantong Bersama: Belanja Dapur | Belanja bulanan/mingguan untuk bahan makanan dan kebutuhan pokok dapur. | Patungan suami dan istri (karena ini adalah porsi terbesar kebutuhan harian). |
| Kantong Nabung: Dana Darurat Keluarga Besar | Dana khusus untuk biaya kesehatan mertua, perbaikan rumah mendadak, atau kebutuhan darurat keluarga. | Wajib diisi top-up bulanan oleh suami & istri, sesuai target yang disepakati. |
| Kantong Bayar: Biaya Sosial Keluarga | Anggaran untuk makan di luar, weekend getaway bersama mertua, atau hadiah untuk perayaan keluarga. | Top-up bulanan oleh suami & istri (di luar anggaran pribadi). |
| Kantong Nabung/Bayar: Dana Pribadi Suami | Kebutuhan dan spending pribadi suami. | 100% Gaji Suami. |
| Kantong Nabung/Bayar: Dana Pribadi Istri | Kebutuhan dan spending pribadi istri. | 100% Gaji Istri. |
Pertanyaan Seputar Pengeluaran Saat Tinggal Serumah Dengan Mertua
1. Bagaimana cara memulai pembicaraan tentang uang dengan mertua tanpa menyinggung?
Mulailah dengan pendekatan perencanaan keuangan keluarga bersama. Fokuskan pada kejelasan dan transparansi, bukan pada siapa yang membayar. Gunakan bahasa yang sopan dan profesional, menekankan bahwa ini adalah langkah untuk mengatur keuangan semua pihak.
2. Apakah saya masih perlu dana darurat jika tinggal dengan mertua?
Ya, tetap sangat perlu. Dana darurat nggak hanya untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga untuk membantu jika terjadi situasi nggak terduga pada mertua (misalnya, biaya kesehatan mendadak) atau kerusakan besar pada rumah yang ditempati bersama.
3. Pengeluaran apa yang paling sering terlewatkan saat merencanakan budget bersama mertua?
Pengeluaran yang paling sering terlewatkan adalah Biaya Sosial/Rekreasi Keluarga (makan di luar atau traveling keluarga besar) dan Biaya Upgrade/Renovasi (penyesuaian rumah untuk kenyamanan mertua).