Melihat sang buah hati tumbuh besar memang membahagiakan, tapi sebagai orang tua, ada satu hal yang sering bikin "deg-degan": biaya perguruan tinggi. Rasanya baru kemarin masuk TK, eh tahu-tahu nanti sudah harus bayar uang kuliah.
Apalagi sekarang ada fenomena inflasi biaya pendidikan yang nilainya seringkali melompat lebih tinggi dari kenaikan gaji tahunan. Yuk, kita bedah strateginya supaya kamu bisa tenang siapkan masa depan mereka!
Berapa Estimasi Inflasi Biaya Kuliah Perguruan Tinggi?
Dilansir oleh Tempo, rata-rata inflasi tahunan untuk sektor pendidikan berada pada angka 1,95 persen per Juli 2025. Untuk biaya perguruan tinggi sendiri telah mengalami kenaikan sebesar 282 persen dari tahun 2015 hingga 2024.
Jadi Sebaiknya Mulai Menabung Biaya Kuliah Anak dari Kapan dan Pakai Skema Apa?
Prinsipnya: Semakin dini, semakin ringan. Jangan tunggu anak masuk SMA baru kewalahan menyiapkan dana pendidikan perguruan tinggi.
1. Skema jangka panjang (Anak usia balita)
Kamu punya waktu 10-15 tahun. Karena waktunya panjang, nominal bulanan yang disisihkan nggak perlu terlalu besar karena ada efek akumulasi saldo yang maksimal.
2. Skema jangka menengah (Anak usia SD)
Waktumu tersisa sekitar 5-7 tahun. Di sini kamu perlu lebih disiplin dengan menyisihkan minimal 15-20% dari penghasilan bulanan khusus untuk pos ini.
Kelola Dana Kuliah Anak Tanpa Ribet Pakai Kantong di Aplikasi Jago
Supaya biaya perguruan tinggi ini aman dan nggak "terpakai" buat belanja online atau kebutuhan rumah tangga lainnya, kamu bisa pakai aplikasi Jago dan fitur Kantongnya.

Kenapa menabung biaya perguruan tinggi anak di Kantong Jago/Jago Syariah?
- Pemisahan Dana yang Jelas: Buat "Kantong" khusus bernama "Kuliah Kakak". Uang di sini terpisah dari saldo utama dan saldo untuk beragam kebutuhan lain.
- Fitur alokasi budget otomatis: Atur agar setiap tanggal gajian, saldo otomatis pindah ke Kantong Pendidikan. Kamu nggak perlu ribet transfer manual.
Contoh Nyata: Mari Hitung Target Dana Kuliah Anak yang Harus Disiapkan
Biar nggak bingung, yuk kita pakai perumpamaan. Misalkan anak kamu sekarang baru lahir, dan kamu mengincar sebuah universitas yang biaya totalnya (uang pangkal + semesteran sampai lulus) saat ini adalah Rp100.000.000.
Jika asumsi inflasi biaya pendidikan adalah 10% per tahun, maka dalam 18 tahun lagi saat anakmu masuk kuliah, biayanya bukan lagi 100 juta, melainkan:
Estimasi Biaya 18 Tahun Lagi: ± Rp555.000.000
Skema Nabungnya:
- Jika kamu mulai menabung dari anak usia 0 tahun, kamu perlu menyisihkan sekitar Rp1,2 juta - Rp1,5 juta per bulan (dengan asumsi adanya pertumbuhan nilai saldo atau tambahan bonus tahunan).
- Tapi, kalau kamu baru mulai saat anak usia 12 tahun (SMP), kamu harus menyisihkan hampir Rp6 juta per bulan untuk mengejar angka yang sama!
Kelihatan kan bedanya? Menabung lebih awal di Kantong Jago/Jago Syariah bikin cicilan masa depan anak jadi jauh lebih ringan.
Pertanyaan Umum yang Sering Ditanyakan Orang Tua Terkait Biaya Pendidikan Anak
1. Apa untungnya menabung di Kantong Jago/Jago Syariah untuk biaya kuliah?
Kamu bisa punya banyak Kantong untuk berbagai kebutuhan. Dan, jika punya lebih dari satu anak, kamu bisa menabung biaya pendidikan untuk masing-masing anak di Kantong berbeda. Dengan begitu, kamu bisa fokus memantau perkembangan saldo setiap Kantong.
2. Bagaimana jika anak nanti dapat beasiswa?
Ini malah bagus! Dana yang sudah kamu kumpulkan di Kantong Jago/Jago Syariah bisa dialihkan untuk biaya hidup mereka selama kuliah, biaya riset skripsi, atau bahkan modal awal mereka berbisnis atau menjalankan usaha setelah lulus.