Jakarta, 15 Desember 2025 – PT Bank Jago menutup tahun 2025 dengan mengajak lebih dari 300 mahasiswa mengikuti Program Jagoan Kampus di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, dan Institut Pertanian Bogor. Program ini ini mengajak mahasiswa memahami literasi dan ketahanan finansial sejak dini, sekaligus membuka wawasan tentang dunia kerja dan keterampilan yang dibutuhkan industri saat ini.
Rangkaian acara di tiga kota berbeda ini menghadirkan lima “Jagoan” atau karyawan Bank Jago sebagai pemateri, yang masing-masing membawa keahlian dan perspektif berbeda. Andhina Aryani, Sustainability Specialist Bank Jago, dan Edo Velandika, Community Manager Bank Jago, keduanya merupakan perencana keuangan bersertifikat (CFP), membagikan wawasan soal literasi dan ketahanan finansial. Sementara itu, Dwi Gelegar Gilang, Branding, Attraction and Engagement Bank Jago; Yopi Andari, Partnership Lending Business Bank Jago; dan Radityo Saputro, People Partner Bank Jago, memberikan insight seputar kesiapan karier, pengembangan diri, serta kebutuhan skill dan talenta di dunia kerja.
“Kami percaya mengelola uang bukan soal benar atau salah. Yang terpenting adalah mengenal diri sendiri, tahu kebutuhan, prioritas, kemampuan, dan punya batasan yang sehat agar bisa menemukan keseimbangan antara rasa aman dan kenyamanan,” ujar Andhina.
Edo Velandika menekankan pentingnya anak muda untuk mulai memikirkan ketahanan finansial, terlebih di tengah tantangan ekonomi yang semakin menuntut lebih dari sekadar punya uang banyak. Sayangnya, tidak sedikit anak muda yang terjebak persoalan finansial akibat dari gaya hidup konsumtif dan rendahnya literasi keuangan.
“Financial resilience bukan tentang seberapa besar uang yang kita punya, tapi tentang perilaku keuangan yang sehat dan strategi jangka panjang yang dibangun dari kebiasaan kecil dan konsisten,” jelas Edo.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan finansial masyarakat Indonesia, Bank Jago mempelopori pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur melalui Aplikasi Jago dan Jago Syariah, khususnya lewat fitur Kantong. Fitur ini memungkinkan pengguna memisahkan dana ke hingga 60 kantong (pocket) dengan tujuan berbeda, mulai dari kebutuhan harian, dana darurat, hingga tabungan dan investasi, sehingga dapat membantu siapapun membangun kebiasaan finansial yang lebih disiplin, terencana, dan berkelanjutan.
Bekal Masa Depan
Topik kesiapan karier juga menjadi salah satu diskusi yang paling dekat dengan mahasiswa. Gilang berhasil mengangkat berbagai keresahan yang kerap muncul menjelang lulus kuliah, mulai dari rasa tidak percaya diri, kebingungan menentukan arah karier, hingga kecemasan menghadapi dunia kerja yang dinamis.
“Banyak mahasiswa merasa cemas menjelang masuk dunia kerja, terutama saat harus menghadapi culture shock dan transisi lintas industri yang tidak selalu mudah,” ungkap Gilang. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental, kemampuan adaptasi, dan keberanian untuk terus belajar di luar latar belakang akademik.
Pengalaman personal turut mewarnai diskusi. Yopi Andari, Partnership Lending Business Bank Jago sekaligus alumni IPB, membagikan refleksi perjalanan kuliah dan transisi ke dunia profesional. Ia mengakui bahwa banyak tantangan awal karier, termasuk soal keuangan, yang sering kali tidak sepenuhnya dibahas di bangku kuliah.
“Tantangan finansial mahasiswa dan fresh graduate itu nyata. Mulai dari mengatur uang bulanan sampai mengelola gaji pertama. Karena itu, pengelolaan uang yang rapi sejak dini, mulai dari budgeting hingga memanfaatkan fitur Kantong di Aplikasi Jago, jadi bekal penting agar keuangan tetap sehat dan terarah,” ujar Yopi.
Sebagai langkah konkret, Bank Jago menyiapkan program magang melalui Jago Digital Academy, yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan fresh graduate untuk belajar langsung di lingkungan kerja profesional, mengenal budaya perusahaan, dan mengembangkan skill yang sesuai kebutuhan industri. Program ini dirancang agar talenta baru bisa tumbuh, beradaptasi, dan siap berkontribusi sejak awal karier.
Dengan pendekatan yang inklusif, Bank Jago menegaskan bahwa setiap orang memiliki perjalanan finansial dan karier yang berbeda. Iintinya, ketahanan finansial dan kesiapan karier adalah proses jangka panjang yang harus dimulai sejak dini, berangkat dari langkah-langkah kecil yang konsisten.