Hi Jagoan, terima kasih sudah ikut berpartisipasi dalam survei Kesehatan Finansial kemarin! Yuk, simak tips simpel dari Jago agar kamu makin sehat finansial. Dari survei kemarin, kamu pasti sudah mulai kenal dengan 4 patokan kebiasaan yang perlu diperhatikan agar kesehatan finansial selalu terjaga. Dengan mempraktekkan 4 kemampuan finansial ini secara terus menerus, kamu pasti bisa memiliki level kesehatan finansial yang kuat dan mempunyai kebiasaan finansial yang positif.

Kebiasaan dalam mengatur pengeluaran
Untuk melatih kebiasaan dalam mengelola pengeluaran, prinsip dasarnya adalah memastikan pengeluaran per bulan selalu lebih kecil dari pendapatan. Cara termudah melakukannya adalah dengan membayar lebih dulu semua kewajiban lalu kebutuhan, dan terakhir baru menyisihkan uang untuk keinginan. Berikut beberapa contoh pengeluaran yang bisa kita kategorikan:



Poin penting dari membagi anggaran ke banyak Kantong Jago adalah memastikan bahwa kamu menggunakan uang sesuai tujuannya. Pada akhir minggu, bulan, atau periode tertentu, kamu bisa cek kembali apakah anggaran yang sudah dibuat sesuai. Mulai analisa apakah pada akhir periode anggaran masih ada uang yang tersisa di Kantong atau nggak, dan mana yang habis sebelum masa anggaran berakhir. Dari situ, kamu bisa mengevaluasi pola belanjamu.
Kebiasaan dalam menabung dan investasi
Ada kalanya, setelah cerah ada hujan. Begitu juga dalam mengelola keuangan, dalam hidup bisa saja kamu mengalami hal nggak terduga dan mendesak secara tiba-tiba. Kita semua tentu masih ingat pandemi COVID-19 yang pernah kita lalui bersama. Saat itu, banyak orang yang mendadak kehilangan pekerjaan mereka. Hidup yang awalnya stabil menjadi nggak menentu. Jangankan memikirkan liburan, memenuhi kebutuhan sehari-hari juga terasa sulit dan serba kurang pasti karena kehilangan sumber pendapatan.
Berdasarkan peristiwa tersebut, peribahasa sedia payung sebelum hujan sangat cocok untuk kita terapkan. Yak, apakah Jagoan sudah memiliki dana darurat? Dana darurat adalah dana cadangan yang kita siapkan untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi dalam hidup ketika saat genting. Dengan melatih kedisiplinan dalam menabung dana darurat, kamu dapat mempertahankan kesehatan finansial saat keadaan terdesak.
Setiap orang memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda, sehingga jumlah dana darurat yang disiapkan juga berbeda-beda. Rekomendasi kami, jumlah dana darurat Jagoan bisa ditargetkan sebagai berikut:

Kebiasaan dalam merencanakan keuangan
Merencanakan keuangan jangka panjang itu penting banget, Jagoan! Dengan perencanaan jangka panjang yang baik, kamu bisa mencapai tujuan keuangan yang besar, seperti membeli rumah, pendidikan anak, atau bahkan pensiun dengan nyaman. Tanpa perencanaan finansial yang matang, kamu mungkin akan kesulitan mencapai tujuan-tujuan ini. Perencanaan keuangan jangka panjang membantu kamu memahami arah keuanganmu, meminimalisasi risiko, dan mengoptimalkan aset yang dimiliki.
Pertama-tama, kamu harus mengerti dan menetapkan tujuan keuangan yang tepat. Tanpa tujuan yang jelas, perencanaan keuangan bisa jadi nggak terarah. Nah, biar tujuan keuangan kamu lebih terarah, kamu bisa menggunakan framework SMART Goals.

Misalnya, kamu ingin menabung Rp100 juta dalam 2 tahun untuk DP rumah. Tujuan yang baik memiliki beberapa unsur seperti: harus spesifik, terukur, bisa dicapai, relevan, dan ada tenggat waktunya. Pastikan juga tujuanmu bisa dicapai berdasarkan kondisi keuangan saat ini dan relevan dengan kebutuhan dan keinginan finansial kamu. Dengan begitu, kamu punya arah yang jelas.
Agar tujuan finansial dapat lebih cepat tercapai, kamu juga bisa mulai mengembangkan pendapatan pasif (passive income) atau pendapatan yang diterima secara rutin tanpa harus aktif bekerja setiap hari. Pendapatan pasif dapat didapatkan dari beberapa sumber seperti investasi, sewa properti, dan bisnis yang dikelola oleh orang lain. Keuntungan memiliki pendapatan pasif membuat kita bisa lebih bebas dalam mengelola waktu dan sumber daya yang kita miliki.
Untuk tujuan finansial jangka panjang, kamu bisa memanfaatkan berbagai instrumen investasi yang sesuai dengan jangka waktu dan level risikonya. Berikut beberapa contoh instrumen investasi yang dapat kamu gunakan:

Kebiasaan dalam mengambil pinjaman
Pinjaman sering kali dianggap sebagai hal yang negatif, tapi tahukah kamu kalau pinjaman bisa jadi alat keuangan yang sangat bermanfaat jika kamu memahami cara kerjanya? Sebelum mengambil pinjaman, penting banget untuk mengecek komponen-komponennya, seperti tenor pinjaman, bunga, denda keterlambatan, penalti, biaya administrasi, dan biaya-biaya lainnya. Semua ini bisa berbeda-beda tergantung produk pinjamannya.
Setelah paham komponen pinjaman yang mau diambil, jangan lupa juga untuk memahami histori kredit dan rasio DBR (Debt-burden ratio). Ini penting loh sebagai panduan biar kamu nggak salah langkah saat mau pinjam uang. Seperti jejak digital, riwayat kredit kamu juga tercatat lho, jadi semua aktivitas pinjamanmu bakal jadi referensi buat penyedia kredit ketika mereka mau memberikan pinjaman. Semua data riwayat kredit kamu tercatat di SLIK OJK (Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan), yang dulu dikenal sebagai BI-checking.
Nah, menjaga histori kredit yang baik itu sangat penting karena bisa mempengaruhi peluang kamu untuk dapat pinjaman. Untuk memiliki riwayat kredit yang baik, pastikan kamu selalu bayar cicilan tepat waktu dan nggak menunggak tagihan. Di sini, DBR juga berperan penting untuk tahu seberapa besar pinjaman yang sesuai dengan kondisi finansial kamu. Buat kamu yang mau ambil pinjaman, disarankan untuk menjaga rasio DBR agar nggak lebih dari 30% dari pendapatan bulanan.

Jadi kapan waktu yang tepat untuk mengambil pinjaman? Pertama, perhatikan dulu kebutuhan pinjamanmu. Apakah pinjaman ini untuk tujuan konsumtif atau produktif? Dan apakah kebutuhan ini mendesak? Pinjaman produktif yang mendesak pada dasarnya adalah pilihan yang lebih bijak dibandingkan pinjaman konsumtif yang bisa ditunda. Kedua, lihat juga kemampuanmu untuk melunasi pinjaman sesuai dengan rasio DBR yang sudah dibahas tadi. Pastikan kamu mampu melunasi tanpa memberatkan kondisi keuanganmu ya.
Dengan melatih kebiasaan-kebiasaan finansial yang baik, menyiapkan dana darurat, dan bijak dalam mengambil pinjaman, kamu bisa menjaga kesehatan finansialmu. Semoga tips ini bermanfaat dan membuatmu semakin jago dalam mengelola keuangan!