Jagoan, sebelum mengajukan pinjaman, kamu perlu tau yang namanya DBR (Debt-Burden Ratio). Yuk, kenalan lebih dalam!
DBR (Debt Burden Ratio) atau rasio beban hutang adalah persentase penghasilan bulanan yang digunakan untuk membayar cicilan utang.
Makin rendah DBR, makin sehat kondisi keuangan.Idealnya, DBR yang baik adalah di bawah 30% agar cicilan tidak terlalu membebani pengeluaran bulananmu. Dengan mempunyai DBR yang baik menunjukkan kalau kamu mampu mengelola utang dengan baik dan memiliki kemampuan untuk mengambil utang baru jika diperlukan.
Cara Hitung DBR
Pampam adalah seorang karyawan yang baru saja mendapatkan kenaikan gaji. Ia sangat menginginkan motor baru untuk mempermudah mobilitasnya. Setelah melakukan riset, Pampam menemukan motor idamannya dengan harga Rp20.000.000.
Pampam memutuskan untuk membeli motor tersebut, secara kredit dengan tenor 3 tahun. Setelah melakukan perhitungan, ia mendapatkan angsuran bulanan sebesar Rp600.000.
Mari kita hitung DBR Pampam:
Pendapatan bersih Pampam per bulan: Rp5.000.000 Total cicilan motor per bulan: Rp600.000
Cara menghitung DBR:
DBR = (Total cicilan / Pendapatan bersih) x 100%
DBR Pampam = (Rp600.000 / Rp5.000.000) x 100% = 12%
Artinya, DBR Pampam sebesar 12%. Umumnya, bank menetapkan batas maksimal DBR itu kurang lebih 30%. Dengan perhitungan DBR, Pampam masih memiliki ruang untuk mengambil pinjaman lain jika memang diperlukan.
Hal ini juga yang Jago sarankan. Dengan DBR yang ideal, kamu bisa kasih ruang untuk kebutuhan lain, supaya bisa bayar cicilan lebih teratur & peluang kamu buat dapat pinjaman lainnya akan lebih besar.
Bagaimana Jika DBR-nya >30%. Apa yang harus dilakukan?
Bimbim memiliki pendapatan bersih bulanan sebesar Rp10.000.000. Saat ini, ia memiliki beberapa cicilan utang:
- Kredit Mobil: Rp2.500.000 per bulan
- Kartu Kredit: Rp1.500.000 per bulan
- Kredit Tanpa Agunan (KTA): Rp1.000.000 per bulan
Total cicilan utang Bimbim adalah Rp5.000.000 per bulan. Dengan demikian, DBR Bimbim adalah:
DBR Bimbim= (Rp5.000.000 / Rp10.000.000) x 100% = 50%
DBR Bimbim sebesar 50%, ia memiliki beban utang yang sangat tinggi.
Terakhir, gimana cara mewujudkan rasio pinjaman sehat?
- Cek anggaran bulanan: Sudah ada anggaran bulanan belum? Kalau belum ada, ini langkah pertama yang harus dilakukan. Buat daftar pengeluaran tetap dan tidak tetap setiap bulan. Bayar cicilan adalah prioritas: Pastikan cicilan jadi prioritas utama pengeluaran bulanan. Meminimalisir keterlambatan, supaya gak kena denda bunga tambahan & memperburuk rekam jejak pinjaman.
- Catat dan evaluasi semua pengeluaran bulanan, yang kecil ataupun besar ya. Coret pengeluaran gak penting: Bikin list pengeluaran mana yang bisa ditunda/bahkan dihentikan. Misal, belanja baju jangan setiap bulan. Beli kopi di café, jadi belajar bikin kopi di rumah.
- Cari pendapatan lain: Kalau bisa, cari side job atau kesempatan karir yang lebih maju untuk menambah jumlah pendapatan agar cash flow lebih lega.
Udah mulai mantap buat ambil pinjaman tepat? Jangan lupa, kalau Jago selalu siap buat jadi teman kamu agar kamu punya keuangan yang sehat ya, Jagoan!