Pada Ramadan 2025 lalu, Bank Jago dan Jago Syariah mengadakan program Jago Berbagi Donasi bekerja sama dengan Dompet Dhuafa. Hasil dana yang terkumpul digunakan untuk berbagai program pemberdayaan masyarakat yang tersebar di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Banjarnegara dan Banten untuk membantu peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Fokus Penyaluran Jago Berbagi Donasi 2025: Tiga Pilar Kebaikan
1. Program pemberdayaan ekonomi olahan lidah buaya: Mengubah potensi lokal menjadi pendapatan unggulan
Program ini bertujuan mengubah potensi lokal di Desa Katongan, Kabupaten Gunungkidul, DIY, menjadi sumber pendapatan unggulan melalui pengolahan lidah buaya. Lidah buaya, yang kaya khasiat dan mudah dibudidayakan, akan diolah menjadi produk pangan inovatif seperti permen dan dodol. Sasaran utama program ini adalah 20 ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT). Melalui pelatihan dan pendampingan, mereka diharapkan mampu memproduksi minimal 1.000 unit produk jadi dan membuka minimum tiga titik penjualan lokal.
Dengan lokasi desa yang strategis di dekat pusat wisata Gunungkidul, produk olahan lidah buaya ini memiliki peluang besar untuk menjadi oleh-oleh bagi wisatawan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat, menciptakan identitas produk lokal, dan secara berkelanjutan mengangkat perekonomian Desa Katongan.
2. Program pemberdayaan ekonomi teh Dieng Banjarnegara: Merajut kembali harapan di tengah tantangan
Program ini mendukung 215 petani teh di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, yang menghadapi tantangan besar akibat penutupan pabrik teh utama. Sebelumnya, para petani menyetorkan 8 ton daun teh setiap hari ke Pabrik Teh Pagilaran. Namun, pabrik tersebut tutup dan menyisakan utang kepada petani. Satu-satunya pabrik yang tersisa hanya mampu menampung enam ton per hari dengan harga yang jauh lebih rendah, membuat petani enggan panen.
Di tengah kesulitan ini, Kelompok UMKM Petani Teh Bedana Maju mengambil inisiatif untuk memproduksi teh artisan sendiri. Dengan dukungan pelatihan dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, mereka kini mampu memproduksi Teh Hitam dan Teh Hijau berkualitas, membuka harapan baru bagi keberlangsungan ekonomi petani di Dieng.
3. Program pemberdayaan ekonomi olahan Ambudhipa: Bunga telang, harapan pendidikan dari pekarangan rumah
Melalui Program UMKM Ambudhipa, Rumah Momong di Serang, Banten memberdayakan ibu rumah tangga pra-sejahtera. Program ini memungkinkan para ibu memperoleh keuntungan dari penyetoran bunga telang, biaya pengemasan, hingga margin penjualan produk olahan. Uniknya, seluruh keuntungan yang dihasilkan dari program ini dialokasikan sebagai tabungan pendidikan anak.
Unit usaha ini fokus pada pengolahan bunga telang menjadi produk inovatif seperti teh herbal, minuman segar, dan camilan. Para ibu diberikan pelatihan intensif dan pendampingan, serta dilibatkan dalam setiap tahapan, mulai dari penanaman hingga penjualan. Bunga telang sendiri mudah dirawat dan tahan cuaca, memungkinkan ibu-ibu menanamnya di pekarangan rumah. Saat ini, 35 ibu telah bergabung, dan program ini membantu mereka mengatasi kekhawatiran biaya pendidikan anak.
Kebaikan Berkelanjutan, Mengukir Masa Depan: Mari Berkontribusi Lebih Lanjut Melalui Jago Amal
Program-program pemberdayaan tersebut telah menjadi jembatan menuju perubahan, mengubah potensi menjadi kemandirian, dan mengukir harapan di tengah tantangan. Kisah-kisah di Desa Salaman, Dataran Tinggi Dieng, dan Rumah Momong membuktikan bahwa kolaborasi dan kepedulian mampu menciptakan dampak positif, memberikan harapan nyata bagi mereka yang membutuhkan. Semua ini tak lepas dari kontribusi para donatur, di mana program Jago Berbagi 2025 berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp125.000.000.
Melihat dampak positif tersebut, mari kita teruskan gelombang kebaikan ini. Kamu bisa menjadi bagian dari perubahan berkelanjutan dengan berdonasi secara rutin.
Manfaatkan fitur Jago Amal di aplikasi Jago untuk kemudahan berdonasi. Dengan Jago Amal, kamu bisa menyalurkan sedekah dan zakat kapan saja dan dari mana saja, secara rutin dan terencana. Kontribusi kecil yang konsisten akan membangun fondasi yang kuat untuk program-program pemberdayaan di masa mendatang.

Mari terus berbuat baik, karena setiap kebaikan akan kembali berlipat ganda.