Jakarta, 13 Agustus 2026 — PT Bank Jago Tbk menegaskan, lebih mengutamakan kolaborasi dalam ekosistem digital daripada mengembangkan super app guna menciptakan kesempatan tumbuh bersama mitra dan jutaan nasabah.
Penegasan ini disampaikan Nicholas Tan, Retail Banking Director Bank Jago dalam Digital Banking Forum 2026 yang diselenggarakan oleh CNBC Indonesia. Acara yang mengusung tema "Building a Future Digital Banking Ecosystem" ini mempertemukan regulator dan pelaku industri, dalam rangka merumuskan arah masa depan perbankan digital nasional.
"Kami tidak berencana untuk menjadi super app. Tidak ada niat untuk membangun Bank Jago menjadi sebuah super app. Aplikasi maupun platform digital lain di Indonesia telah memiliki bidang keahliannya masing-masing, dan kami tidak ingin mereplikasi hal tersebut. Kami memilih fokus pada konsep embedded banking, dengan menanamkan layanan perbankan langsung ke dalam ekosistem digital yang telah dipercaya masyarakat," tegas Nicholas.
Dia mencontohkan integrasi Aplikasi Jago dengan GoPay sebagai bukti nyata, di mana nasabah dapat menghubungkan Kantong Jago untuk transaksi harian tanpa perlu isi ulang secara manual atau berpindah aplikasi. Demikian pula kolaborasi dengan Bibit dan Stockbit, yang bisa dikatakan sukses dalam memberikan kemudahan berinvestasi bagi para pengguna Aplikasi Jago.
Menurutnya, kemitraan strategis Bank Jago dengan ekosistem digital seperti GoTo, Bibit, dan Stockbit saling memberikan keuntungan berupa akuisisi nasabah yang lebih efisien, kolaborasi inovasi produk, serta peluang transfer teknologi.
Dalam konteks inovasi teknologi, Nicholas Tan mengungkapkan Bank Jago juga mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memahami preferensi dan perilaku finansial nasabah sebagai basis pengembangan fitur dan layanan agar tetap relevan dengan tren dan kebutuhan. Sebagai contohnya responsible lending, dengan memahami perilaku keuangan nasabah, Bank Jago memberikan penawaran kredit sesuai dengan tingkat kemampuan pengembalian dan kesehatan keuangan nasabah.
“Hal yang juga tidak kalah penting bagi bank digital adalah membangun sistem keamanan siber dan anti-fraud yang mumpuni,” tegasnya.
Untuk itu, lanjutnya, Bank Jago menerapkan sistem keamanan tiga pilar yang berfokus pada pemutakhiran perangkat, teknologi, dan edukasi nasabah. Upaya mendorong inklusi dan literasi keuangan diwujudkan melalui fitur edukatif seperti Kantong (Pocket), Spending Analysis, hingga Rapor Kredit. Ke depan, prioritas pertumbuhan Bank Jago bertumpu pada pengembangan produk wealth management, perluasan pinjaman, pemanfaatan AI, dan optimalisasi ekosistem.
“Kepercayaan nasabah merupakan pilar utama dari bisnis kami. Kami mewujudkannya dengan menempatkan transparansi bagi nasabah sebagai prioritas tertinggi. Tidak ada biaya tersembunyi, serta tidak ada syarat dan ketentuan yang disembunyikan.” tegas Nicholas
Sebagai penutup acara, CNBC Indonesia menganugerahkan penghargaan "Digital Banking Experience Award" kepada PT Bank Jago Tbk atas kepemimpinannya dalam menghadirkan integrasi perbankan digital berbasis ekosistem yang terpercaya dan berkelanjutan.